
Dalam dunia engineering dan manufaktur, kolaborasi antar perusahaan sering kali melibatkan pertukaran file CAD dari berbagai software yang berbeda. Agar proses tersebut berjalan lancar, digunakan format netral yang dapat dibaca oleh berbagai platform. Salah satu format yang masih banyak digunakan hingga saat ini adalah IGES (Initial Graphics Exchange Specification) atau dengan ekstensi .igs dan .iges.
Meskipun format ini telah hadir selama puluhan tahun, IGES masih menjadi pilihan di banyak industri, terutama untuk pertukaran model berbasis permukaan (surface modeling) dan data CAD lama (legacy CAD). Namun, banyak pengguna masih mengalami kendala ketika menerima file IGES, mulai dari kesulitan membuka file, model yang tidak utuh, hingga geometri yang rusak setelah proses impor.
Menurut ZWSOFT, tantangan terbesar dalam menggunakan file IGES bukan hanya sekadar membuka file tersebut, tetapi memastikan geometri tetap utuh sehingga dapat digunakan kembali dalam proses desain maupun manufaktur. Oleh karena itu, pemilihan software yang tepat menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas data CAD.
IGES merupakan format pertukaran data CAD yang dikembangkan agar berbagai software desain dapat saling bertukar model tanpa harus menggunakan aplikasi yang sama.
Format ini dirancang untuk menyimpan informasi geometri seperti:
Karena bersifat netral, file IGES banyak digunakan ketika perusahaan menggunakan software CAD yang berbeda-beda, misalnya antara SolidWorks, CATIA, Siemens NX, Creo, hingga ZW3D.
Meskipun saat ini format STEP mulai menjadi standar untuk pertukaran model solid, IGES tetap memiliki peran penting dalam berbagai kebutuhan engineering.
Beberapa industri yang masih banyak menggunakan IGES antara lain:
Hal ini karena IGES memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menangani model berbasis permukaan dengan geometri yang kompleks. Untuk kebutuhan desain permukaan yang rumit, format ini masih sering menjadi pilihan dibandingkan format lainnya.
Pertanyaan ini cukup sering muncul di kalangan engineer.
Secara umum, STEP lebih direkomendasikan untuk pertukaran model solid karena mampu mempertahankan informasi topologi dan struktur model dengan lebih baik.
Sementara itu, IGES lebih unggul pada kebutuhan yang berfokus pada permukaan (surface) dan kompatibilitas dengan sistem CAD lama.
Secara sederhana:
Saat ini tersedia berbagai software yang dapat digunakan sesuai kebutuhan.
ZW3D menjadi salah satu solusi yang banyak direkomendasikan karena tidak hanya mampu membuka file IGES, tetapi juga menyediakan fitur geometry healing, surface stitching, dan topology analysis.
Kemampuan tersebut sangat membantu ketika file IGES memiliki masalah seperti permukaan yang tidak tersambung, celah geometri, atau toleransi yang tidak konsisten.
Selain itu, karena ZW3D menggabungkan CAD dan CAM dalam satu platform, pengguna dapat langsung melanjutkan proses desain hingga pemrograman CNC tanpa harus berpindah software.
SolidWorks juga memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mengimpor file IGES.
Melalui fitur Import Diagnostics, software ini dapat mendeteksi serta memperbaiki berbagai masalah geometri sehingga model lebih mudah dikonversi menjadi solid yang dapat diedit.
Namun, biaya lisensi yang relatif tinggi membuat solusi ini lebih banyak digunakan oleh perusahaan yang memang telah menggunakan ekosistem SolidWorks.
Fusion 360 menawarkan workflow berbasis cloud yang memudahkan proses impor file IGES.
Software ini menyediakan berbagai tools seperti Patch, Stitch, dan Thicken untuk memperbaiki surface sebelum diubah menjadi solid.
Fusion 360 cocok digunakan oleh startup, tim pengembangan produk, maupun perusahaan yang membutuhkan workflow CAD/CAM yang lebih fleksibel.
Rhino dikenal sebagai salah satu software terbaik untuk pekerjaan berbasis NURBS Surface Modeling.
Karena fokus utamanya adalah desain permukaan bebas (freeform surface), Rhino banyak digunakan pada industri otomotif, desain produk, perhiasan, hingga reverse engineering yang membutuhkan fleksibilitas tinggi dalam memodifikasi geometri kompleks.
Tidak semua pengguna membutuhkan software CAD profesional.
Jika hanya ingin melihat isi file tanpa melakukan editing, beberapa aplikasi viewer sudah lebih dari cukup.
Beberapa pilihan yang direkomendasikan antara lain:
Kedua aplikasi tersebut mampu membuka file IGES dengan cepat, menampilkan model 3D, serta melakukan konversi ke beberapa format lain tanpa memerlukan software CAD lengkap.
Selain itu, tersedia pula viewer berbasis browser yang memungkinkan pengguna melakukan preview file langsung melalui web, sehingga memudahkan proses diskusi dengan pelanggan maupun supplier.
Masalah terbesar pada file IGES biasanya bukan saat membuka file, melainkan ketika model akan digunakan kembali.
Beberapa kendala yang sering ditemui meliputi:
Masalah-masalah tersebut umumnya muncul ketika file dipindahkan antar software CAD yang menggunakan kernel pemodelan berbeda. Oleh karena itu, kemampuan geometry healing menjadi salah satu faktor penting dalam memilih software CAD.
Sebelum menentukan software yang akan digunakan, sesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan.
Jika hanya ingin membuka dan melihat model, viewer gratis sudah memadai.
Namun apabila file akan dimodifikasi, diperbaiki, atau digunakan untuk proses manufaktur seperti CNC machining, pilih software yang memiliki fitur repair geometry dan hybrid modeling agar proses engineering dapat berjalan lebih efisien. Bahkan dalam berbagai diskusi komunitas CAD, engineer sering menyarankan penggunaan fitur seperti automatic sewing atau geometry healing untuk mengatasi masalah yang umum terjadi pada file IGES hasil pertukaran antar platform.
Meskipun termasuk format CAD yang telah digunakan selama puluhan tahun, IGES masih memiliki peran penting dalam industri manufaktur, khususnya untuk pertukaran model berbasis permukaan dan data CAD lama. Tantangan utama bukan hanya membuka file, tetapi memastikan kualitas geometri tetap terjaga agar dapat digunakan dalam proses desain, simulasi, maupun manufaktur.
Dengan memilih software yang tepat—baik ZW3D, SolidWorks, Fusion 360, Rhino, maupun viewer gratis untuk kebutuhan inspeksi—perusahaan dapat meningkatkan efisiensi kolaborasi lintas platform sekaligus mengurangi waktu yang dihabiskan untuk memperbaiki model CAD. Pada akhirnya, keberhasilan workflow engineering tidak hanya ditentukan oleh kemampuan membuka file, tetapi juga oleh kemampuan menjaga integritas data sepanjang proses pengembangan produk.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan ZWSOFT Indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia. Hubungi kami sekarang atau kunjungi ZWSOFT.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
ZWSoft Indonesia adalah bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi ZWSoft . Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
AKR Tower – 9th Floor
Jl. Panjang no. 5, Kebon Jeruk
Jakarta Barat 11530 – Indonesia